Anggota Komisi C DPRD Sumut, Hj Meilizar Latif SE MM mengimbau Pemerintah Sumatera Utara (Pemprovsu) ikut serta mendukung, agar sosialisasi Yuk Nabung Saham (YNS) dapat berjalan baik secara maksimal. Pasalnya, sudah berusia 40 tahun pasar modal di Indonesia, minat masyarakat Indonesia menabung saham di pasar modal dan bahkan implementasi pemahamannya masih rendah.
“Menabung saham merupakan salah satu solusi peningkatan perekonomian. Saya menghimbau kepada masyarakat Sumut untuk mengambil peran menabung saham agar menyisihkan sebahagian penghasilan menjadi buffer di kemudian hari untuk menuju kehidupan lebih layak,”katanya kepada wartawan di Medan, Minggu (13/8).
Menurut politisi yang juga pengamat Perbankan ini, kendati sosialisasi serta peningkatan literasi masyarakat mengenai pasar modal terus dilakukan, namun hingga saat ini pemahaman masyarakat Indonesia berkaitan dengan pasar modal masih di bawah lima persen.
Ditambahkan, kampanye YNS telah dikumbangkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2015, yang tujuannya mengajak masyarakat beri investasi di pasar modal dengan cara aman dan menguntungkan. “Melalui program YNS program ini merubah pola pikir kita dari menabung hanya ke perbankan menjadi pola pikir berinvestasi atau bergerak dari Saving Society menjadi Investing Society,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut ini.
Apalagi, pemerintah telah membuat persyaratan dengan mudah dan terjangkau oleh kita dengan persyatratan minimun Rp100.000 dan telah bisa memiliki saham dari perusahaan yang kita pilih nanti melalui list perusahaan yang disampaikan oleh perusahaan sekuritas di mana membuka rekening.
“Di Sumut telah ada 29 perusahaan sekuritas di antaranya Mandiri, BN, CIMB, Bank Panin, BRI Sekuritas dan perusahaan swasta lainnya. Melihat persyaratan yang mudah ini pasar yang menjadi orientasi program YNS untuk semua lapisan masyarakat Indonesia, baik itu rumah tangga, mahasiswa, pengusaha mikro, dosen, profesional dan lainnya,” kata Meilizar.
Selain itu, Bank BRI telah meluncurkan program Desa Menabung Saham yang merupakan suatu program yang sangat aspiratif dan dapat menjadi program yang menjembatani gap antara percepatan perekonomian desa dengan kota.
Secara nasional, nasabah Domestik Pasar Modal hanya 0,2 % dari penduduk Indoanesia yang berjumlah 230 juta jiwa, sedangkan di Malaysia dan Singapura telah mencapai 30%. Terlihat bahwa investasi di Bursa Efek Indonsesia masih didominasi investor asing yang sifatnya melakukan investasi jangka pendek (Short Term Investment).
Untuk itu, kata Meilizar, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Sumut untuk mengambil peran menabung saham untuk menyisihkan sebahagian penghasilan menjadi buffer di kemudian hari untuk menuju kehidupan yang lebih layak. Dan kepada Indonesia Stock Exchange (IDX) Cabang Medan tetap bersosialisasi sampai ke masyarakat desa.
“Sekali lagi saya mengimbau kepada kita semua, marilah sama-sama kita mendukung Program YNS ini untuk penguatan perekonomian kita secara pribadi dan memperkuat perekonomian Indonesia melalui partisipasi kita. Karena salah satu Indikator tingkat kemakmuran suatu negara dihitung dari kekuatan Pasar Modal dan Pasar Uang negara tersebut. Marilah kita memulai dari yang kecil menjadi besar,”imbau politisi yang smart dan wise ini.
Sumber: harianandalas.com




