Daya Saing Merosot, Minat Investor Masuk Sumut Rendah


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dinilai perlu melakukan studi terkait penyebab turunnya daya saing Sumut dibanding provinsi lainnya di Indonesia. Turunya daya saing Sumut menyebabkan lemahnya minat investor menanamkan modal di Sumut.

Anggota Kelompok Reses Dapil Sumut I, Meilizar Latif mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dari Asia Competitiveness Institute Lee Kuan Yew School of Public Policy National University of Singapura, daya saing Sumut pada 2016 merosot jauh dari 2015 atau menjadi di urutan ke-24 dari 33 provinsi di Indonesia.

“Ini akibat banyak faktor, mulai dari kasus korupsi hingga infrastruktur yang belum memadai,” kata Meilizar Latif, Selasa (10/10/2017).

Politisi dari Fraksi Demokrat ini menuturkan, hasil penelitian tersebut meresahkan pengusaha anggota Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sumut. Berdasarkan data dari universitas itu, pada 2015, daya saing Sumatera Utara masih berada di posisi ke-15, dimana pada tahun itu peringkat Sumut sudah naik dari 2014 yang berada di posisi ke-19. Saat ini, lanjut Melizar, peringkat Sumut jauh di bawah Riau, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

“Itu sangat disayangkan karena potensi Sumatera Utara yang sangat besar. Sumut bukan hanya memiliki potensi besar dalam sumber daya alamnya, tetapi juga letaknya yang strategis, bandara yang memadai, pasar untuk penyerapan produk dan tenaga kerja,” ujarnya.

Kecemasan pengusaha dengan merosotnya peringkat daya saing itu semakin besar karena Sumut juga merosot pada aspek lain, mulai dalam stabilitas ekonomi makro, layanan publik, kualitas hidup dan termasuk pembangunan infrastruktur.

“Pemerintahan setempat yang bersih dan bebas dari korupsi menjadi penentu utama,” tegasnya.

Sumber: rri.co.id