Lebih dari seratus orang warga kelurahan Denai, kecamatan Medan Denai kota Medan memadati halaman rumah salah satu masyarakat di Jln Jermal XI kelurahan Denai.
Warga yang hadir kebanyakan wanita tersebut datang untuk menghadiri reses (serap aspirasi rakyat) anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrat yaitu Hj Meilizar Latif,SE,MM. Acara yang di buka oleh protokol Tambat Ginting tersebut juga di hadiri fungsionaris Partai Demokrat Ansyari Siregar dan kader demokrat lainnya.
Reses yang berlangsung tanggal 15 Januari 2019 ini di mulai pukul 10.30 Wib dan merupakan reses yang kesekian kalinya bagi Hj Meilizar Latif yang telah dua periode menjadi anggota DPRD Sumut.
Setelah acara pembukaan,anggota DPRD Sumut yang terkenal vokal ini memperkenalkan diri sekaligus memaparkan kepada para warga yang datang mengenai tugas anggota dewan dan maksud dari acara reses ini.
Dalam pidato awalnya, istri dari H Ridwan Yohannes SE ini memaparkan mengenai program program yang di buat Pemerintah Provinsi Sumut termasuk usulan kenaikan honor untuk guru honor tingkat SLTA yang merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi, dan untuk tingkat SLTP dan SD merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten /kota.
Hj Meilizar Latif SE,MM juga menerangkan beberapa BUMD yang merupakan aset pemerintah provinsi Sumut. Setelah memberikan pidatonya, anggota komisi C ini memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan warga yang hadir.
Dalam sesi tanya jawab,seorang bapak mempertanyakan mengenai sulitnya warga yang kurang mampu untuk mendapatkan kartu BPJS kesehatan,masih adanya kutipan kutipan di luar uang komite di sekolah negeri, pembangunan jalan di kota Medan yang setelah jalan selesai di bangun, tapi marka jalannya tidak di buat lagi, juga ada seorang ibu yang mengeluhkan ketika meminta obat kolesterol ke Puskesmas Medan Denai, tapi di jawab oleh oknum dokter setempat bahwa obat baru bisa di dapat atau pemeriksaan cek darah baru bisa di lakukan kalau tekanan darahnya sudah mencapai 180 dan keluhan pak Izal mengenai obat untuk salah satu anaknya ketika berobat ke rumah sakit yang kadang ada, kadang habis.
Dan pak izal sempat juga bertanya apa obat nya habis di pakai atau oknum dokter atau pihak rumah sakit yang menjual nya,sehingga kadang obat gratis untuk masyarakat tidak ada di rumah sakit?.
Menanggapi keluhan warga warga yang hadir,Hj Meilizar Latif SE, MM mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut tahun ini sekitar 15,3 Trilyun, dan sekitar 20 persen untuk dinas pendidikan dan dinas kesehatan.Menanggapi keluhan warga mengenai obat yang habis di Puskesmas, pelayanan oknum pegawai yang kurang memuaskan dan kutipan kutipan di luar biaya resmi komite sekolah, pihaknya akan mempertanyakan hal ini kepada kedua dinas tadi.
Di tambahkan oleh Hj Meilizar latif, untuk pembuatan BPJS gratis,pemohon harus mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ketika akan mendaftarkan permohonan nya.Begitu juga menanggapi mengenai pemasangan pipa air PDAM Tirtanadi, politisi Partai Demokrat ini meminta warga untuk melihat biaya pemasangan pipa air PDAM Tirtanadi melalui internet (website PDAM Tirtanadi) supaya mendapatkan data jelas biaya resmi nya, dan jangan melayani oknum oknum yang mengaku petugas PDAM yang datang ke rumah kalau tidak jelas identitasnya.Hj Meilizar Latif SE, MM juga tercatat sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) untuk daerah pemilihan Sumut 1 (Medan A).
Di akhir acara reses tadi,doa bersama di pimpin tokoh masyarakat Effrizal Nasution.Setelah reses,para ibu ibu yang hadir juga mengambil kesempatan foto berdua atau beberapa orang untuk koleksi para warga.
Sumber: ketikberita.com


